LAMPUNG UTARA – Dua nara pidana (napi) Rutan Kelas IIB Kotabumi kabur diduga akibat keteledoran petugas, Jumat, (10/10/2025), Sekira Pukul 15.00. WIB. Akibat kejadian itu, sempat terjadi penumpukan warga disekitar kantor yang berada dibilangan Jalan Pemasyarakatan, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Pantauan dilapangan, keramaian terjadi saat ada warga yang berteriak ada napi yang lepas. Sontak massa pun ramai – ramai berkumpul tidak jauh dari lokasi tempat asimilasi para warga binaan itu.
“Iya bang, itu ramek – ramek kabarnya napi lepas dari rutan,” ujar salah seorang pengendara yang lewat, Yuli.
Hal itu dibenarkan oleh warga sekitar. Salah seorang pria paruh baya menyebut ada 2 orang napi yang lepas.
Namun, dia bersyukur mereka masih dapat diamankan. Meski, salah satu diantaranya sempat tertabrak kendaraan roda dua (R2).”Tadi ada 2 orang warga binaan yang lepas. Tapi beruntung bisa dapat kembali,” timpal lainnya.
Namun demikian, kejadian tersebut membuat masyarakat bertanya – tanya. Sebab, napi berada disana merupakan napi lama yang tidak lama lagi akan bebas (asimilasi). “Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa lepas. Itu kan (napi), sedang dalam proses asimilasi. Bagaimana SOP-nya,” tambah lainnya.
Pihak Rutan Kelas IIB Kotabumi berkilah bahwasanya kejadian itu terjadi disaat jam sibuk rumah tahanan negara tersebut. Meski, pantauan didepan rutan keadaan sepi dan tenang.
“Benar, telah terjadi upaya pelarian dua WBP (warga binaan pemasyarakatan) sekitar pukul 15.20 WIB. Namun keduanya dapat diamankan dibantu oleh warga sekitar,” ujar Karutan Kelas IIB Kotabumi, Marthen Butar Butar dikutip dalam rilisnya diterima malam.
Kedua napi tersebut yakni Febra, terpidana kasus kekerasan dan pelecehan seksual anak. Serta M Robi dengan kasus sebagai penadah.
Meski salah satunya terdapat napi yang membantu petugas, atau sering disebut tamping. Namun kenyataannya dia membantu lainnya untuk kabur, dengan jalan merusak ruang rawat jalan dengan cara merusak jendela dan memecahkan kaca.
Hingga berhasil kabur ke daerah perkebunan singkong milik warga sekitar. Sehingga menjadi tanda tanya besar masyarakat.”Kok bisa napi yang membantu petugas itu dapat bersama – sama kabur. Apa memang begitu SOP-nya,” imbuh salah seorang warga disana, Hendra. (Kandar)












Komentar