oleh

Dinkes Pesawaran Tingkatkan Kompetensi Kader serta Terapkan Pelayanan Posyandu Siklus Hidup Target 100 Persen

PESAWARAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran menargetkan 100 persen pelayanan Posyandu siklus hidup serta peningkatan kompetensi para kader Posyandu, hal ini merupakan tindaklanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2024 Tentang Pos Pelayan Terpadu.

“Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr. Imelda Carolia yang diwakili oleh Sekretaris Dinkes Pesawaran Aufa Abendanon, usai membuka Kegiatan Pertemuan Orientasi Pembinaan Posyandu Bagi Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Pesawaran Tahun 2026, di Hotel Regency. Selasa (04/08/2026).

Menurutnya, selain peningkatan pelayanan Posyandu, kompetensi para kader Posyandu juga harus ditingkatkan guna menunjang pelaksanaan pelayanan Posyandu ditengah masyarakat.

“Tenaga kesehatan disini memiliki peran penting sebagai pembina, pendamping, pengawas dan penanggungjawab teknis pelayanan kesehatan di Posyandu. Maka pertemuan ini sangat penting guna meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan Posyandu yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelayanan, pemantauan, pembinaan serta pengawasan pencatatan dan pelaporan,” ujarnya.

“Dipertemuan ini nantinya akan diadakan penandatanganan nota kesepahaman sebagai komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan dan pengelolaan Posyandu di Kabupaten Pesawaran,” tampaknya.

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pesawaran Trio Pranoto menjelaskan sejauh ini seluruh pelayanan Posyandu di Kabupaten Pesawaran telah menggunakan konsep pelayanan Posyandu siklus hidup.

“Dari 445 Posyandu yang ada di Kabupaten Pesawaran semuanya telah menerapkan Posyandu siklus hidup. Posyandu siklus hidup yaitu pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh kelompok usia mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga lansia, tujuannya untuk memantau status kesehatan masyarakat secara berkala serta mendeteksi dini berbagai gangguan masalah kesehatan,” jelasnya.

“Namun memang kendala yang sering dihadapi adalah pemahaman masyarakat untuk datang (ke posyandu) yang masih kurang, oleh sebab itu kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat agar mau secara rutin memeriksakan kondisi kesehatannya, sebagai bentuk langkah preventif,” sambungnya.

Disisi lain, lanjut Trio, untuk mendukung pelayanan Posyandu yang berkualitas, pihaknya juga akan mendorong peningkatan kompetensi para kader Posyandu.

“Peningkatan kompetensi Kader Posyandu juga menjadi perhatian kami, karena berjalan atau tidaknya program Posyandu dipengaruhi dengan kualitas kader itu sendiri, di Kabupaten Pesawaran saat ini ada 2220 orang kader Posyandu, target kami tahun 2026 ini setidak 20 persen Kader Posyandu kami harus mendapatkan predikat strata madya dan saat ini sudah 189 kader Posyandu yang sudah mendapatkan predikat strata madya. Untuk mendapatkan predikat tersebut nantinya kader Posyandu harus mengikuti uji kompetensi 25 keterampilan dasar kader Posyandu,” tutupnya. (Devis/Yd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed