oleh

DWP Pringsewu Gelar Rakor, Pelatihan Wirausaha & Sosialisasi Mengenali Kasus KDRT

PRINGSEWU, Sir Lampung News – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi dan Pelatihan Kewirausahaan, sekaligus Sosialisasi Mengenali Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bagi para pengurus DWP Kabupaten Pringsewu di Aula Utama Kantor Pemkab setempat, pada Rabu (24 Juni 2026).

Penasehat DWP Kabupaten Pringsewu Ny.Rahayu Riyanto saat membuka kegiatan ini menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi serta terima kasih kepada ketua dan seluruh pengurus DWP Kabupaten Pringsewu beserta narasumber, atas terselenggaranya kegiatan ini yang memiliki relevansi dengan peran DWP sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun para istri ASN. Diharapkan kegiatan ini menjadi ladang pahala bagi semua serta mendapatkan kebaikan dari Allah SWT.

“Mari kita senantiasa mengevaluasi dan menyusun program kerja DWP agar semakin solid dan memberikan dampak positif yang nyata, khususnya bagi ASN maupun masyarakat di sekitar kita. Harapannya akan muncul program-program yang tidak hanya bermanfaat untuk para istri ASN atau keluarga ASN, tetapi juga berdampak dan berimbas kepada masyarakat,” ucapnya.

Pada kegiatan yang juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pringsewu Ihsan Hendrawan, Sekdis P3AP2KB Pringsewu Darli Yonhas, Ketua DWP Kabupaten Pringsewu Ny.Nismawati Andi, sebagai narasumber adalah Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas yang menyampaikan materi terkait Kewirausahaan. Sedangkan materi terkait KDRT disampaikan Plt KUPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P3AP2KB Pringsewu Nela Heldayani.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas juga menyampaikan program unggulan Pemkab Pringsewu, diantaranya hilirisasi singkong menjadi Mocaf, serta hilirisasi Mocaf menjadi produk makanan. Menurutnya, Mocaf memiliki potensi yang sangat bagus di Kabupaten Pringsewu. Pengolahan singkong menjadi Mocaf dilakukan terintegrasi dari hulu ke hilir dengan pendekatan berbasis klaster, yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan.

“Pengembangan Mocaf ini juga membuka lapangan kerja baru serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, mendorong diversifikasi pangan, memperkuat UMKM, serta mengembangkan industri pangan berbasis bahan baku lokal, sehingga tidak hanya menjadi alternatif tepung yang sehat dan ekonomis, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. (*/Yono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed