oleh

Grand Final Mulei Mekhanai Lampung Utara 2026: Tak Sekadar Penampilan, Utamakan Wawasan dan Kepribadian

LAMPUNG UTARA – Pemilihan (Grand Final) Mulei Mekhanai Kabupaten Lampung Utara tidak hanya menilai penampilan semata. Wawasan, kemampuan komunikasi, serta kepribadian menjadi faktor utama dalam penilaian.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Utara, Perdana Putra, menjelaskan bahwa berbagai aspek dinilai dalam ajang Grand Final Mulei Mekhanai Lampung Utara 2026.

Tidak hanya dari segi penampilan, peserta juga diuji dari wawasan, kemampuan komunikasi, dan kepribadian.
Dari total 60 peserta atau 30 pasangan, akan dipilih lima pemenang, mulai dari juara pertama hingga runner-up 1, 2, 3, dan 4.

“Tak hanya itu, sembilan pasangan lainnya juga akan menerima penghargaan dalam berbagai kategori, seperti Duta Pelajar, Duta Persahabatan, hingga Favorit,” ujarnya saat memberikan sambutan pada puncak Grand Final Mulei Mekhanai Lampung Utara 2026 di Gedung Pusiban Agung Senin (27/04/2026) malam.

Sementara itu, Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menambahkan bahwa di era globalisasi dan serba digital, peran Mulei Mekhanai dituntut untuk cakap dalam berbagai bidang. Tidak hanya mengandalkan penampilan di atas panggung, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, termasuk di ruang digital.

“Hal ini sangat dibutuhkan sebagai representasi wajah Kabupaten Lampung Utara,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan Mulei Mekhanai bukan sekadar ajang pariwisata, melainkan wadah pembinaan generasi muda yang memiliki karakter, kecerdasan, serta kepedulian terhadap daerah.

“Mulei Mekhanai adalah representasi wajah Lampung Utara yang mencerminkan keindahan budaya, keramahan masyarakat, serta potensi besar yang kita miliki,” terangnya.

Oleh sebab itu, Hamartoni berharap para pemenang dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi representasi generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Saya tegaskan, menjadi Mulei Mekhanai bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi teladan serta membawa nama baik Kabupaten Lampung Utara di berbagai kesempatan,” pungkasnya. (SR-DAR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed