oleh

Hadapi Kemarau Panjang Dinas TPHP Way Kanan Yakin Stok Pangan Cukup

-Way Kanan-785 views

SIRLAMPUNG, WAY KANAN – Way Kanan dan beberapa daerah lain di Lampung memasuki masa kemarau akibat efek Elnino, akan tetapi saluran irigasi dari Way Komring dan Way Besai masih berjalan baik, Dinas (TPHP) Tanaman Pangan Holtikulktura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, sangat yakin stok pangan di Way Kanan Khususnya beras tidak akan langka. Namu, Dinas TPHP Way Kanan akan memaksimalkan penyluhan dan pembinaan sehingga para petani dapat memanfaatkan pasilitas yang ada dengan baik dan efeisen.

“Kalau dikatakan terdampak, ya terdampak, akan tetapi hingga saat ini belum ada keluhan dari masyarakat akan kelanagkaan beras maupun dari petani yang merasa kekurangan air, dan hasil investigasi kami dilapangan juga cukup baik.

Namun kami terus memaksimalkan penggunaan air dengan benar oleh petani, sehingga walaupun dalam kondisi kemarau petani tetap dapat melakukan pengolahan lahan pertaniannya baik sebelum penanaman maupun pasca panen, dan produksi padi tetap dapat memenuhi kebutuhan warga Way Kanan.

Walaupun mungkin ada pengursangn sedikit hasil panen tetapi karena selama ini Way Kanan memang senantiasa surplus, jadi pangan kita tetap aman”, kata Kadis TPHP Way Kanan. Ir. Maulana., M.M., MAP melalui Kabid TPH Rina.

Rina melanjutkan, sawah-sawah di Way Kanan memang tidak semuanya teraliri saluran irigasi, baik irigasi Way Kanan maupun Irigasi Way Besai atau dengan kata lain ada pula yang sawah tadah hujan, dan bagi petani yang airnya kurang kami anjurkan untuk menanam palawija.

“Saat ini jumlah sawah yang mendapatkan saluran irigasi di Way Kanan berjumlah 7000 Ha. Belum lagi sawah tadah hujannnya, dimana untuk sawah yang menggunakan saluran irigasi dalam setiap hektar setiap panen mendapatkan hingga 7 ton dan rata-rata 5, 2 ton gabah untuk sawah tadah hujan.

Sampai hari ini belum ada keluhan tentang kekurangan air, akan tetapi memasuki musim kemaru ini memang ada beberapa kecamatan yang langsung berubah pola dari tanam padi ke palawija, mungkin karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka saat musim kemarau tiba.

“Hingga Juni 2023 produksi padi petani mencapai 73,000 ton gabah yang bila dikonversi menjadi beras kira-kira 41 ton beras, dengan konsumsi masyarakat Way Kanan hanya 10.000 ton. Dengan demikian produksi padi Way Kanan hingga tahun 2023 ini masih surflus”, terangnya.(SIR-Sandi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed