oleh

Hadiri Haul Syeikh Busthomil Karim, Wabup Pringsewu Sampaikan Beberapa Pesan Moral

-Pringsewu-184 views

PRINGSEWU, Sir Lampung News – Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila menghadiri Haul Syeikh Busthomil Karim dan Masyayikh Thoriqoh Qodariyah Naqsyabandiyah, Purwosari, Lampung Tengah, di Jalan Seroja, Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, pada Senin, 13 Juli 2026 malam. Haul dihadiri Ketua MUI Pringsewu KH.Hambali, Ketua PCNU Pringsewu H.M.Faizin, Ketua Mudir Jatman Pringsewu Abah Anom Syeh Mufasirien, para masyayikh serta ratusan jamaah Thoriqoh Qodariyah Naqsyabandiyah.

Wakil Bupati Pringsewu dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan moral pada momentum haul tersebut, yakni pertama, meneladani keikhlasan para ulama. Para masyayikh mengajarkan bahwa setiap amal hendaknya dilandasi niat karena Allah semata, bukan demi pujian ataupun kepentingan pribadi. Keikhlasan adalah sumber kekuatan yang melahirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.

“Kedua, memperkuat persatuan dan ukhuwah Islamiyah. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, kita harus menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan dalam membangun masyarakat yang damai, rukun, dan saling menghormati. Sedangkan ketiga, adalah menjaga akhlak di tengah perkembangan zaman. Kemajuan teknologi memberi banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan. Karenanya, kita mesti bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga lisan maupun tulisan, menghindari penyebaran fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan segala bentuk perilaku yang dapat memecah belah persatuan,” ujarnya.

Kemudian keempat, menghidupkan budaya dzikir, doa, dan ibadah dalam keluarga. Dikatakan, keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Apabila keluarga dibangun dengan nilai-nilai agama, akan lahir generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mencintai bangsa dan negara. Selanjutnya, kelima, yakni meningkatkan kepedulian sosial. Ajaran tasawuf bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga melahirkan kepedulian terhadap sesama. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, menjaga kerukunan, bergotong royong, serta menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘aalamin.

“Pemkab Pringsewu menyadari bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, karakter, dan spiritual masyarakatnya. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal yang sangat penting bagi mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul dan Religius,” ucapnya. (*/Yono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed