oleh

Kepergok Kurangi Volume Pekerjaan, Proyek Revitalisasi SMKN 2 Kotabumi Dibongkar Ulang

LAMPUNG UTARA – Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi di SMKN 2 Kotabumi berbuntut pada pembongkaran dan perbaikan ulang sejumlah pekerjaan setelah ditemukan ketidaksesuaian volume serta kualitas pekerjaan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Setelah ‘kepergok’ mengurangi volume dan kualitas pekerjaan rehabilitasi gedung sekolah, panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) nampak kebakaran jenggot dan buru-buru merombak ulang penanganan pekerjaan.

Perombakan dimaksud ialah mengganti keseluruhan atap gedung sekolah, mencopot rangka tulangan plafon yang tadinya hanya menggunakan tulangan ringkih ukuran 2 cm x 4 cm menjadi ukuran standar 4 cm x 4 cm meskipun realisasinya belum nampak.

Pihak sekolah melalui panitia berdalih material masih dalam tahap pemesanan. Hal itu dipertegas oleh pernyataan konsultan supervisi (pengawas) yang sudah menginstruksikan agar material Non-TKDN disingkirkan dan diganti menyeluruh menggunakan material bersertifikat TKDN.

Konsultan Supervisi program Revitalisasi SMKN 2 Kotabumi, Ipung Ahmad saat dikonfirmasi di lokasi proyek menegaskan tidak ada kompromi terhadap penyimpangan yang terjadi disana.

Sebab, kata dia, secara teknis kerja yang diketahui bersama berdasarkan juknis revitalisasi sudah sangat jelas tidak diperbolehkan mengurangi volume atau dengan sengaja merubah kualitas pekerjaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Judul awalnya kan bongkar (ganti) atap bukan tambal sulam. Harus ganti semua atapnya. Makanya mumpung belum terlalu jauh, sudah saya instruksikan agar segera dibongkar ulang dan dipasang menyeluruh,” tegasnya, Senin, (06/07/206).

Sejak Mutual Check Nol (MC-0) telah disepakati pengerjaan rehabilitasi gedung sekolah harus menyesuaikan gambar rencana kerja yang sudah ditetapkan oleh Kemendikdasmen sebelumnya.

“Pekerjaan harus berdasarkan Shop Drawing. Kepala tukang harus memahami instruksi kerja yang diberikan agar hasilnya sesuai harapan bersama,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua P2SP SMKN 2 Kotabumi M. Fadly berdalih sempat terjadi miskomunikasi dengan pekerja. Meski pengakuan kepala tukang kontras dengan pernyataannya saat membuka ruang klarifikasi.

“Miskomunikasi saja, semua yang tidak sesuai standar sudah kami bongkar dan diperbaiki ulang. Kami bekerja juga diawasi oleh Komite sekolah,” ucapnya.

Kendati demikian, Ketua Komite SMKN 2 Kotabumi, Samsuri mengaku tidak begitu memahami teknis kegiatan. Apalagi, sambung dia, jabatan komite sekolah baru diemban selama 3 bulan terakhir.

“Kalau saya pribadi enggak begitu mengerti, apalagi saya ini baru 3 bulan menjabat. Tapi kan saya punya tanggung jawab menjadi perwakilan wali murid, makanya sering-sering nengok proyek ini walaupun tidak paham,” ucapnya berseloroh.

Terpisah, Kepala SMKN 2 Kotabumi, Hamron Roiya mengaku kecewa dengan terbitnya pemberitaan yang dinilai menyudutkan. Meski pada akhirnya dirinya tetap legowo dan menganggap sebagai bentuk kritik kontrol sosial terhadap informasi publik.

“Jujur saya kecewa dengan kawan-kawan media. Tempo hari bukan saya tidak mau bertemu, tapi memang ada urusan mendesak. Sekarang persoalan ini sudah sampai ke pucuk (Kadisdik) dan dari KCD juga sudah turun memeriksa pekerjaan,” ungkapnya. (Kandar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed