PESAWARAN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Pesawaran menyiapkan skema distribusi air secara bergilir untuk menghadapi potensi kekurangan pasokan selama musim kemarau 2026.
Direktur Perumda Pesawaran, Heri Kurniawansyah mengatakan, kebijakan tersebut akan diterapkan apabila debit sumber air baku tidak mencukupi untuk melayani seluruh pelanggan secara normal.
“Distribusi air akan dilakukan secara bergilir jika debit tidak mencukupi, agar suplai tetap merata ke seluruh pelanggan,” ujar Heri kepada Wartawan, Senin (20/04/2026).
Selain menerapkan sistem bergilir, Perumda juga akan memprioritaskan penyaluran air ke fasilitas vital, seperti rumah sakit, sekolah, dan perkantoran, guna menjaga pelayanan publik tetap berjalan.
Untuk mengantisipasi dampak kemarau, Perumda melakukan monitoring debit sumber air baku secara rutin, baik harian maupun mingguan.
Pengaturan distribusi melalui zonasi dan penjadwalan juga disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan di setiap wilayah layanan.
Di sisi teknis, Perumda melakukan pembersihan serta perawatan jaringan pipa untuk menekan kehilangan air atau non-revenue water (NRW), sehingga distribusi dapat lebih efisien.
Jika terjadi gangguan pelayanan akibat penurunan debit air, Perumda akan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.
Saat ini, Perumda Pesawaran melayani 7.264 pelanggan yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Gedong Tataan, Way Lima, Kedondong, Way Khilau, Way Ratai, Padang Cermin, dan Punduh Pidada.
Heri juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau guna menjaga ketersediaan pasokan tetap terjaga.
“Kami harap masyarakat bisa menggunakan air secara bijak, terutama saat musim kemarau,” katanya.
Perumda Pesawaran menargetkan pelayanan air bersih tetap berjalan dengan menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas, meski menghadapi keterbatasan pasokan selama musim kemarau. (Devis/Yd)










Komentar