oleh

Menapaki 60 Tahun Trans-AD II Desa Hanura: Warisan Perjuangan yang Terus Hidup

PESAWARAN – Enam dekade perjalanan Transmigrasi Angkatan Darat (Trans-AD) II Desa Hanura menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Berawal dari kedatangan para prajurit transmigran pada 1966, kawasan tersebut terus tumbuh dan berkembang menjadi desa yang mandiri, harmonis, serta memiliki keberagaman budaya yang menjadi bagian dari kekuatan masyarakatnya.

Perjalanan panjang tersebut diperingati dalam perayaan Hari Jadi Ke-60 Trans-AD II Hanura yang digelar di halaman GSG Mangliawan Desa Hanura, Kamis (17/09/2026).

Peringatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para perintis serta memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan desa.

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H. mengatakan, perjalanan 60 tahun Trans-AD II Hanura merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah berlangsung dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Wabup mengajak masyarakat untuk mengenang para pejuang terdahulu yang telah mengabdikan diri sejak awal pembentukan Trans-AD II Desa Hanura. Rasa saling hormat, kehidupan yang guyub, serta semangat gotong royong dalam kebersamaan, dinilai menjadi cerminan dari menghormati jasa para pejuang.

“Peringatan hari jadi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali melihat sejarah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah,” kata Wabup dalam sambutannya mewakili Bupati Hj. Nanda Indira B.,S.E.,M.M.

Sejarah Trans-AD II Desa Hanura sendiri, tidak terlepas dari gagasan Jenderal Ahmad Yani yang pada masa itu mendorong terwujudnya kesejahteraan bagi para prajurit dan pejuang. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui proyek transmigrasi Angkatan Darat kedua di Lampung yang resmi dibuka pada 17 September 1966 di kawasan Teluk Pandan seluas sekitar 600 hektare.

Pembukaan kawasan tersebut dilakukan oleh Mayjen Alamsyah Ratu Perwiranegara yang mewakili pimpinan Angkatan Darat. Nama “Hanura”, yang merupakan akronim dari Hati Nurani Rakyat, menjadi simbol kedekatan dan keterikatan antara TNI dengan masyarakat.

Sebanyak 157 kepala keluarga prajurit transmigran kemudian ditempatkan di kawasan tersebut dan seluruhnya tuntas diberangkatkan hingga April 1967. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya Departemen Pertahanan Pusat, prajurit dari sejumlah komando daerah militer, serta para veteran perjuangan.

Seiring perjalanan waktu, pengelolaan kawasan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Lampung pada akhir 1978. Sejak saat itu, Desa Hanura terus mengalami perkembangan hingga menjadi salah satu desa yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman sekaligus menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Kepala Desa Hanura Rio Remota mengatakan, peringatan Hari Jadi Ke-60 Trans-AD II Hanura tahun ini mengusung tema “Kami Sejahtera, Kami Bahagia, dan Kami Terus Menjaga Kebersamaan”.

Tema ini dinilai sejalan dengan cita-cita para perintis untuk menjaga kebersamaan di tengah perbedaan sekaligus mendorong masyarakat berperan aktif dalam pembangunan.

“Kami berharap warga Desa Hanura dapat bersama-sama membangun desa dengan lebih hebat lagi, menjaga kebersamaan di tengah berbagai perbedaan yang ada, sehingga kemajuan Desa Hanura dapat dirasakan dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat,” katanya.

Peringatan Hari Jadi Ke-60 Trans-AD II Hanura akan berlangsung pada 6 – 19 September 2026. Berbagai kegiatan digelar untuk melibatkan sekaligus menghibur masyarakat, antara lain football cup, bulu tangkis, bola basket, futsal, karnaval, pesta kembang api, hingga festival musik.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para perintis, kegiatan juga diisi dengan pemberian tali asih kepada para istri pejuang Trans-AD. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penampilan musik dari perkumpulan RT Desa Hanura.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian beserta anggota DPRD, jajaran Forkopimda Kabupaten Pesawaran, para pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Camat dan jajaran Uspika Kecamatan Teluk Pandan, para kepala desa se-Kecamatan Teluk Pandan, Kepala Desa Trans-AD II Hanura, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Hanura. (Devis/Yd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed