oleh

Pasar Murah Minyakita di Kotabumi Diserbu Warga, Disdag Lampung Utara Optimistis Tekan Harga

LAMPUNG UTARA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Lampung Utara optimis pelaksanaan pasar murah minyak goreng merek Minyakita di Pasar Sentral Kotabumi mampu menekan lonjakan harga minyak goreng yang dalam beberapa pekan terakhir dikeluhkan masyarakat.

Program pasar murah yang mulai digelar pada Selasa, 12 Mei 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus tindak lanjut program Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.

Pelaksanaan pasar murah dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari dan dapat diperpanjang hingga akhir Mei 2026 pada jam kerja, dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan rendah.

Disdag Lampung Utara menyiapkan sebanyak 350 dus atau 4.200 liter minyak goreng kemasan Minyakita ukuran 1 liter. Pada hari pertama, sebanyak 50 dus atau sekitar 600 liter disalurkan kepada masyarakat dengan harga Rp15.500 per liter. Setiap warga dibatasi maksimal membeli dua liter agar distribusi lebih merata.

Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati lokasi pasar murah. Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena harga minyak goreng di pasaran saat ini berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per liter. Selisih harga yang cukup signifikan membuat masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut.

Yeni, warga Kota Alam, mengaku rela datang lebih awal demi mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau. Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan ini cukup memberatkan ekonomi rumah tangga, terutama bagi keluarga kecil dan pelaku usaha makanan rumahan.

“Lumayan bisa dapat minyak goreng harga murah. Alhamdulillah proses pembeliannya juga tidak ribet. Tadi dibatasi dua liter supaya bisa berbagi dengan ibu-ibu lain yang sudah lama antre,” ujarnya.

Plt Kepala Disdag Lampung Utara, Hendri, mengatakan pelaksanaan pasar murah merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan tim survei harga yang setiap hari melakukan pengecekan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Lampung Utara.

Menurutnya, Pasar Sentral Kotabumi juga menjadi salah satu lokasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan RI untuk memantau harga bahan pokok seperti minyak goreng, beras, telur, dan gula.

Hendri menegaskan kolaborasi antara Pemkab Lampung Utara, Pemprov Lampung, dan Bulog tidak akan berhenti pada kegiatan di satu titik saja. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah berencana menggelar pasar murah di beberapa lokasi lain dengan melibatkan berbagai pihak agar komoditas yang dijual tidak hanya berfokus pada minyak goreng.

“Kami terus melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok setiap hari. Ketika terjadi kenaikan signifikan, pemerintah daerah bersama provinsi langsung mencari solusi agar harga kembali normal,” kata Hendri, Kamis, (14/05/2026).

Ia menilai langkah operasi pasar mulai memberikan dampak positif terhadap penurunan harga minyak goreng di pasaran. Pemerintah juga berharap distribusi Minyakita tetap lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan yang memicu kenaikan harga lebih tinggi.

Selain itu, Disdag Lampung Utara terus mengingatkan distributor dan pedagang agar menjual minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk distributor yang ditunjuk Bulog di Pasar Sentral Kotabumi.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disdag Lampung Utara, Frans Tanda, menegaskan pihaknya rutin melakukan survei harga bahan pokok dan memberikan imbauan kepada pedagang agar tidak menjual di atas ketentuan pemerintah.

“Setiap hari kami turun melakukan survei harga di pasar dan terus mengingatkan pedagang agar menjual sesuai HET demi menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan pasar murah, jumlah pembeli tercatat mencapai lebih dari 400 orang. Pemerintah daerah menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa operasi pasar masih sangat dibutuhkan untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Pantauan di lokasi, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari TP-PKK Kabupaten Lampung Utara. Ketua TP-PKK Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni bersama jajaran turut meninjau langsung pelaksanaan operasi pasar minyak goreng di Pasar Sentral Kotabumi guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap sesuai ketentuan. (SR-DAR/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed