LAMPUNG UTARA – Festival Fert 2025 Lampung Utara kembali menuai sorotan. Ketua pelaksana kegiatan, Genius Akbar, mengakui acara ini digagas langsung oleh Bupati Lampung Utara sebagai wadah peningkatan UMKM.
Namun di balik semangat mendukung pelaku usaha kecil, muncul berbagai pertanyaan soal transparansi anggaran dan pola pendanaan kegiatan.
Genius mengatakan, anggaran festival ini tidak berasal dari APBD, melainkan hasil patungan dan sumbangan sejumlah pihak.
“Anggarannya sifatnya sukarela, patungan, rembuk bersama. Kita sadar kondisi Lampung Utara sedang efisiensi, jadi secara ikhlas kita kumpulkan dana agar acara tetap berjalan,” kata Genius yang juga sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Utara, Jum’at (26/09/2025).
Namun, pernyataan itu justru menimbulkan tanda tanya. Saat disinggung soal adanya isu pungutan Rp1,5 juta kepada setiap Camat, Genius mengaku tidak tahu-menahu. Ia juga tidak bisa memastikan total anggaran yang terkumpul.
“Waduh kalau itu saya kurang paham. Mungkin nanti ada penyelenggaranya yang bisa menjelaskan,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan Untuk kontribusi terbesar datang dari Bank Lampung. Saat ditanya terkait para pedagang kecil yang dimintai pungutan sebesar Rp100 ribu per lapak. Genius beralasan, pungutan itu terkait biaya kebersihan dan listrik.
“Kalau UMKM binaan koperasi ada anggarannya. Tapi kalau yang umum mungkin diminta iuran, karena mereka tidak membawa lampu atau listrik sendiri, jadi panitia yang menyediakannya,” dalihnya. (Kandar)












Komentar