Bandar Lampung– Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat dalam menangani dampak bencana banjir serta mempercepat perbaikan infrastruktur sungai yang selama ini terbengkalai.
Hal ini diungkapkan menyusul adanya beberapa titik proyek mitigasi banjir yang mangkrak dan koordinasi yang dinilai lambat dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung.
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan setelah menuntaskan pembagian bantuan di lima titik hingga dini hari tadi, Pemkot kembali melanjutkan pendistribusian santunan bagi warga terdampak bencana pada hari ini. Terdapat tujuh titik lokasi tambahan yang menjadi sasaran utama.
“Kemarin sudah lima titik hingga malam sekali. Hari ini kami selesaikan sisanya di tujuh titik lagi. Setiap warga terdampak menerima paket beras 10Kg dan uang tunai sebesar Rp500 ribu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Eva juga menyoroti kendala teknis di lapangan, terutama terkait kewenangan normalisasi sungai yang berada di bawah kendali Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah proyek di kawasan Tanjung Senang yang hingga kini masih mangkrak.
“Kami sudah berkali-kali mengajak pihak Balai untuk duduk bersama. Masyarakat sudah menghibahkan tanah mereka agar masalah banjir ini selesai, tapi dari pihak Balai terus menunda,” kata dia.
“Kami juga tidak bisa menunggu lebih lama karena hujan tidak bisa diprediksi. Akhirnya, kami memutuskan untuk mengambil alih penyelesaiannya sekarang,” sambungnya.
Ia menambahkan Pemkot menilai sinergi antara pemerintah kota dan instansi vertikal sangat krusial.
“Kami siap menerjunkan alat berat, anggaran, serta tenaga tambahan guna mendukung percepatan master plan mitigasi banjir di seluruh wilayah Bandar Lampung,” tandasnya. (and)












Komentar